Read more at http://lenterablogger.blogspot.com/2012/04/cara-buat-auto-read-more.html#OizWlWkw9VXUsQtA.99

Jumat, 06 Juli 2012

Apa arti kehidupan?



Gimana kita dapat menemukan tujuan kepuasan dalam hidup? banyak orang-orang yang menanyakan apa sich arti hidup sebenarnya. Apakah saya memiliki potensi untuk mencapai sesuatu yang saya inginkan? Sering kita memandang ke belakang dan tidak mengerti mengapa kita merasa begitu HAMPA, walaupun kita telah berhasil mencapai apa yang kita impikan.

Kita hidup dalam masyarakat yang monoton dimana banyak orang mengejar Dunia dam Mimpi yang terpendam, bisa kita liat contohnya kesuksesan dalam bisnis atau pekerjaan yang menhasilkan banyak uang,seks, hiburan, ada pun yang berbuat baik kepada orang lain, masih banyak lainy. Saya mengenal seseorang teman yang bila dilihat dari luar kelihatannya hidupnya terbilang sukses. Akan tetapi herannya dia tetap merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Saya sulit untuk percaya bahwa dia tidak merasa puas dengan semua yang telah dia miliki.

Orang yang tidak mengetahui tujuan kita diciptakan, tak memiliki patokan yang jelas meniti hidup. Tak ada panduan atau panutan arah yang bisa dipertanggung jawabkan, hingga mungkin kita akan terseok dan tertatih di belantara kesesatan.

Hanya satu ’Panutan’ yang mungkin akan kita percaya untuk memandu jalan adalah hawa nafsu. Kita berbuat dan berjalan sesuai petunjuk nafsu. Apa yang diingini nafsu? itulah yang dilakukan. Kemana arah nafsu, kesitu pula kita akan berjalan. Padahal, nafsu cenderung berjalan miring dan berbelok, betapa besar potensi kita terjungkal ke jurang kesesatan.

Betapa tidak pantas ketika kita mulai menuntut Sang Pencipta? untuk melakukan apa yang kita inginkan. Betapa kecil dan terbatasnya pikiran kita jika mempertanyakan keadilannya. Hidup kita sendiri seperti rumput dipadang, sebentar tumbuh, kering, kemudian terbang ditiup angin. Singkat dan pasti akan berakhir.

Tuhan yang memberi dan Tuhan pula yang mengambil. Semua yang kita punya di dunia ini datang darinya. Kita datang telanjang ke dunia ini dan akan meninggalkannya dalam keadaan yang sama kelak suatu saat nanti. Dari tidak ada kita menjadi ada.

Tidak ada yang dapat menghindar dari akibat dosa yang kita perbuat yang telah menghancurkan bumi ciptaan Sang Halik. Mengapa harus ada kelahiran? Mengapa tersenyum untuk satu lagi jiwa yang lahir untuk merana? Bukankan kita harus menangis karena telah menarik satu lagi makhluk surga dari tempatnya yang indah untuk hidup bersama kita di bumi fana ini?

Sesungguhnya seorang bayi dilahirkan untuk menderita demikian seterusnya hingga dia dipanggil Sang pencipta. Itulah sebabnya, hal pertama dilakukan seorang bayi adalah menangis. Menangis karena tanpa kehendaknya sendiri dilahirkan. Menangisi hari-hari yang harus dia lewati sebelum menjadi tua, sakit, dan kembali ke asalnya. Apa yang bisa dibanggakan manusia dari hidupnya?

Kita tidak mengarang misi hidup kita, kita harus mencarinya? Ketika kita memahami pandangan ini, hidup akan menjadi sebuah perjalanan untuk menemukan, Sebuah petualangan untuk masuk ke dalam arti dan misi dari sebuah kehidupan yang kita jalani.

Inilah yang harus kita disadari:
1. Hidup memiliki tujuan, entah kita menyadarinya atau tidak?
2. Tuhan sedang bekerja di dalam tujuan hidup kita?
3. Tujuan hidup tidak selalu menjadi misteri, dan kita dapat menemukannya jika kita belajar untuk melihat hidup melalui ‘saringan’ yang dirancang untuk membantu kita ‘menghubungkan titik-titik’ dari misi hidup kita.
4. Penemuan tujuan hidup bukanlah proses linear, buku ini bak sebuah teka-teki silang. Di mulai dengan apa yang kita tahu, akan membantu kita menemukan petunjuk selanjutnya.
5. Tujuan hidup tidak statis dalam pengungkapannya dan cara bagaimana kita mengalaminya.
6. Proses menemukan tujuan hidup, bukan tentang menggabungkan satu set kata-kata dan kita menyebutnya (slogan) pernyataan misi hidup. Lebih penting punya misi hidup tanpa diucapkan, dari pada kita mengucapkan slogan tanpa benar-benar memiliki ‘jiwa’ dari misi itu.

Beberapa Petunjuk:
Kita memiliki beberapa petunjuk yang menunjukan misi hidup atau tujuan hidup. Dan inilah beberapa petunjuk itu:

1. Hasrat (Passion)
Hasrat tidak pernah kehilangan ‘seruannya,’ tidak masalah berapa besar uang yang kita keluarkan untuk itu. Hasrat dan gairah, membedakan orang dari penampilan luarnya. Orang yang memiliki hasrat akan berbeda dengan mereka yang terlibat di dalam pekerjaan atau aktivitas yang sama namun tanpa hasrat.

Giliran Anda:
      1. Apa yang membuat jantung Anda berdegup keras?
      2. Hal-hal apa yang membuat Anda merasa ‘berenergi’?
      3. Hal-hal apa yang menarik perhatianmu?

2. Bakat (Talent)
Bakat akan memberi petunjuk penting untuk misi hidup kita! Perhatikanlah bakat kita dengan sungguh-sungguh, dan itu akan membantu kita menemukan misi hidup kita! Keseimbangan adalah dongeng!! Manusia tidak seimbang, terlebih lagi jika hal itu bicara tentang talenta!
Giliran Anda:
      1. Kesuksesan apa yang kita raih akhir-akhir ini?
      2. Menurut diri sendiri, Anda cakap di dalam bidang apa?
      3. Menurut orang lain, Anda cakap di dalam bidang apa?

3. Kepribadian (Personality)
Kepribadian juga dapat memberi petunjuk penting untuk misi hidup kita!
Contoh:
Apakah Anda pemalu? Mungkin hal itu adalah petunjuk bahwa tujuan hidup kita berada di belakang panggung, bukan di dalam sorotan. Jika kita menikmati ketika membantu orang lain untuk sukses, maka mungkin misi hidup kita ada dalam keterlibatan kita sebagai pelatih atau pengajar.

4. Pengalaman (Experience)
Pengalaman juga merupakan petunjuk penting dalam pencarian misi hidup. Hidup bukanlah koleksi dari kejadian-kejadian acak, kesempatan yang kebetulan, atau kejadian yang saling tidak terhubung.

Kita ada di sini, karena Tuhan ingin kita ada di sini! Dia [Tuhan] ingin kita ada di sini sekarang. Kita juga tidak menentukan kita akan lahir dalam keluarga apa, etnis apa, atau kebudayaan apa. Apa yang kita lihat adalah campur tangan Tuhan yang kreatif dan pimpinan-Nya dalam hidup kita berdasarkan pada pengetahuan-Nya tentang apa yang menanti di depan kita.

Menakjubkan, bahwa kita tidak mengetahuinya ketika kita tidak memperhatikannya!!

Yang terakhir penyelesain untuk semua pembaca Yaitu RENUNGAN;

(ARTI HIDUP MENURUT ISLAM)

Agar kita tidak memahami arti hidup secara dangkal, kita harus kembali memahinya dari sumber atau rujukan yang bener, yaitu Al-Quran dan Hadits shahih. Tentu saja, jika kita menggalinya lebih dalam menurut Al-Quran dan Hadist akan menjadi pembahasan yang panjang. Yang saya akan tekankan disini ialah, kita jangan menyerahkan pemahaman dari sumber yang tidak jelas dan tidak pasti. pemahan yang salah bisa mengubah kehidupan kita, bahkan di kehidupan akhirat nanti.

Pada intinya, arti hidup dalam islam adalah ibadah.keberadaan kita di dunia ini tiada lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah. makna ibadah yang di maksud tentu saja pengertian ibadah yang benar, bukan berarti hanya shalat,puasa,zakat,dan haji saja, tetapi dalam setiap aspek kehidupan kita.

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melaikan supaya mereka menyembah-Ku"

(QS Adz Dzaariyaat:56)
Ibadah... inilah arti hidup sebenarnya...
Baca Selengkapnya

Rabu, 04 Juli 2012

Senyum adalah tangisku


Senyum adalah tangisku
Tangis adalah lukakku
Indah dunia tak terasa oleh derita
Luka hati slalu ada mengikutiku

Bersama kenangan yang ungkit luka di hati
Luka yang harusnya dapat terobati
Yang ku harap tiada pernah terjadi

Tuhan ku ingin seperti mereka
Tak ada air mata yang terjatuh lagi
Yang hancurkan semua hal indah
yang dulu pernah aku miliki
 
Semua ku serahkan kepadamu
Jalan yang terbaik pasti untukku
Ingin ku raih cahaya
ingin semua berbeda

Mungkin sejenak dapat aku lupakan
Atau menggoreskan kaca di lenganku
Apapun kan ku lakukan, ku ingin lupakan
Mungkin ini yang terbaik dalam hidupku

Tapi semua bukanlah yang aku mau
Namun bila ku mulai sadar
Perihnya luka ini semakin dalam ku rasakan
Disaat ku telah mengerti
betapa indah dicintai

Tuhan ku ingin seperti mereka
Tak ada air mata yang terjatuh lagi
Semua ku serahkan kepadamu
Jalan yang terbaik pasti untukku
Baca Selengkapnya